Welcome

Rabu, 19 Januari 2011

Rihanna - Man Down

Rihanna - Man Down

Senin, 17 Januari 2011

kini kubahagia

Selasa, 11 Januari 2011

Tugas Bahasa

1.       Perbedaan pembuatan kutipan langsung dan tak langsung
Kutipan langsung adalah pemindahan secara lengkap, dalam arti kata demi kata, kalimat demi kalimat sesuai dengan bunyi pada teks atau perkataan seseorang yang dikutip oleh penulis.
Contohnya : “peningkatan penjualan komputer Compaq sebesar 200% selama tiga bulan pertama tahun 1999 disebabkan oleh kegiatan komputerisasi untuk menghadapi Y2K dan segmen bisnis layanan”(Atmadi dan Purwito 1999:12)
kutipan tidak langsung, penulis melakukan parafrase atau menggunakan kalimat-kalimat yang disusunnya sendiri menjadi ikhtisar atau intisari berdasarkan apa yang dikutipnya.
Contohnya : Peningkatan yang sama juga dialami oleh perusahaan komputer Compaq, yaitu berkisar 50-57 % pada akhir bulan Maret 1999 sebagaimana diutarakan oleh Direktur PT Compaq Computer Indonesia, B.T. Lim,

2.     Pembuatan daftar pustaka dan catatan kaki
Daftar pustaka :
Kusnadi, Adhi., Fredy Sihombing dan Ana Rusmardiana. Perkembangan Cybercrime Dan Upaya Penanganannya Di Indonesia Oleh Polri. www.bi.go.id
     Prihanto, Ismu., Pengantar Teknologi Informasi, Jakarta : Gramedia, 2003

3.     Karangan dengan topik yang berhubungan dengan Teknik Informatika
VIRUS KOMPUTER
Istilah virus sebenarnya telah dikenal sejak tahun 1980-an, tetapi varu pada tahun 1988 banyak bermunculan artikel di media massa yang gencar memberitakan mengenai ancaman baru bagi para pengguna komputer yang kemudian dikenal dengan sebutan “virus komputer”.
Sebenarnya virus komputer juga merupakan software biasa, sebagaimana software lain. Perbedaan mendasar antara virus komputer dan software lainnya adalah virus dibuat oleh seseorang dengan tujuan yang bermacam-macam, tapi umumnya pembuat virus hanyalah ingin mengejar popularitas, iseng, atau hanya untuk kesenangan semata. Tetapi yang tertulari akan menjadi tidak normal/ terganggu. Masalahnya hampir semua software, virus komputer berdampak negatif dan merugikan pengguna yang komputernya tertulari oleh virus komputer.
Virus komputer bekerja dengan memanfaatkan fungsi-fungsi sistem operasi (OS) yang tersembunyi. Virus komputer juga dapat memanfaatkan celah kelemahann pada software tertentu.

4.     Fungsi catatan kaki sebagai fungsi referensi
Catatan kaki sebagai fungsi referensi yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan.
Dapat disimpulkan bahwa ketiga sumber tersebut memiliki tujuan dan fungsi yang sama yaitu penulisan sebagai penghormatan/penghargaan kepada orang yang pendapatnya atau bukunya telah digunakan sebagai bahan acuan dan referensi dalam penulisan ilmiah.
Dan perbedaan dari ketiga sumber tersebut adalah dari segi penempatan dan cara penulisannya masing-masing..

5.     Paragraf argumentative
Kalau Anda membeli sebuah sepeda tetapi tidak dengan rodanya, maka sepeda itu tidak akan berfungsi. Dengan kata lain sepeda tersebut tidak dapat dikatakan suatu sistem, karena masih ada komponenya yang yang kurang. Sistem dalam pengertian sederhana yaitu komponen yang saling berinteraksi. Pada contoh diatas dapat kita lihat kekurangan-kekurangan sehingga belum mempunyai sistem yang optimal untuk menjalankan masing-masing alat.

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah dan sasaran atau tujuan. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.

Informasi ibarat darah yang mengalir didalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat penting didalam suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh. Keadaan dari sistem dalam hubungannya dengan keberakhirannya disebut dengan istilah entropy. Informasi yang berguna bagi sistem akan menghindari proses entropy atau negentropy. Apakah sebenarnya informasi itu, sehingga sangat penting artinya bagi suatu sistem? Secara sederhana Informasi dapat diartikan hasil dari pengolahan data.

Kitapun merasakannya bahwa setiap waktu kita mendapatkan ataupun menginginkan informasi. Walaupun informasi tersebut tidak terlalu kita butuhkan. Dan juga Informasilah yang menentukan apakah orang tersebut berwawasan luas atau tidak. Dan berdasarkan informasilah anda mendapatkan atau mengetahui tempat-tempat yang membutuhkan pekerjaan.Tanpa informasi, hanya langkah kecil yang dapat kita perbuat. Dan belum tentu langkah kecil yang kita perbuat menghasilkan sesuatu.
6.     Perbedaan metode klasifikasi dan metode proses
Metode Proses: Metode digunakan untuk proses dari sebuah kalimat.
Contoh sederhana: Untuk menghindari dampak negatif dari internet, yang mengancam bagi anak Anda maupun diri kita sendiri,
Metode klasifikasi: Cara klasifikasi adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokkan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Kata-kata atau ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi,  digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.
Contoh sederhana: Dengan kemunculan internet terbagi menjadi dua dampak yang bisa kita lihat, seperti dampak positif dan dampak negatif bagi pengguna internet.

7.     Cara pembuatan bagian pelengkap pendahuluan
Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik.
a.   Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul

Judul pendahuluan adalah nama karangan. Halaman judul pendahuluan tidak mengandung apa-apa kecuali mencantumkan judul karangan atau judul buku. Judul karangan atau judul buku ditulis dengan huruf kapital. Biasanya letaknya di tengah halaman agak ke atas. Namun, variasi-variasi lain memang kerap sekali dijumpai. 
Dalam pembuatan sebuah makalah atau skripsi, halaman judul mencantumkan nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang (penyusun), kelengkapan identitas pengarang (nomor induk/registrasi, kelas, nomor absen), nama unit studi (unit kerja), nama lembaga (jurusan, fakultas, unversitas), nama kota, dan tahun penulisan.

Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:
    Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan.
·      Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.
·      Sampul: nama karangan, penulis, dan penerbit.
·      Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi).
·      Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan makalah atau skripsi pada halaman judul:
·         Judul diketik dengan huruf  kapital, misalnya:
UPAYA MENGATASI KEMISKINAN PADA

·         Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat, misalnya :
Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Ganjil 2011

  • Nama penulis ditulis dengan huruf kapital, di bawah nama dituliskan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), misalnya:
SRI ARIYATI
201043500656
  • Logo universitas untuk makalah, skripsi, tesis, dan disertasi; makalah ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo.

  • Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi, jurusan, fakultas, unversitas, nama kota, dan tahun ditulis dengan huruf kapital, misalnya:
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN MIPA
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAKARTA
2011
Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal:
·         Komposisi tidak menarik.
·         Tidak estetik.
·         Hiasan gambar tidak relevan.
·         Variasi huruf jenis huruf.
·         Kata “ditulis (disusun) oleh.”
·         Kata “NIM/NRP.”
·         Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi.
·         Kata-kata yang berisi slogan.
·         Ungkapan emosional.
·         Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi.
    b. Halaman Persembahan
   Bagian ini tidak terlalu penting. Bila penulis ingin memasukan bagian ini, maka hal itu semata-mata dibuat atas pertimbangan penulis. Persembahan ini jarang melebihi satu halaman, dan biasanya terdiri dari beberapa kata saja, misalnya:
Kutulis novel ini
dengan cahaya cinta
untuk mahar menyunting belahan jiwa,
Muyasaratun Sa’idah binti KH. Muslim Djawahir, alm.
Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa
Qurrata a’yuni waj’alnaa lil muttaqiina imaama. Amin.[3]
Bila penulis menganggap perlu memasukkan persembahan ini, maka persembahan ini ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku, atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku.
c. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah. Halaman pengesahan biasanya digunakan untuk penulisan skripsi, tesis, dan disertasi, sedangkan makalah ilmiah, dan karangan lainnya (baik non-fiksi maupun fiksi) tidak mengharuskan adanya halaman pengesahan. Penyusunan pengesahan ditulis dengan memperhatikan persyaratan formal urutan dan tata letak unsur-unsur yang harus tertulis di dalamnya.
Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan. Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi/teknis, pembaca/penguji, dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara simetri kiri-kanan dan atas-bawah. Skripsi diajukan kepada sidang penguji akademis setelah disetujui oleh pembimbing dan pembaca/penguji. Penulis skripsi dinyatakan lulus jika skripsinya telah diuji di hadapan sidang terbuka/tertutup dan telah ditanda-tangani oleh semua nama yang tercantum dalam halaman pengesahan. Nama kota dan tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan.
            Hal-hal yang harus dihindarkan:
·         Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya.
·         Menggunakan titik atau koma pada akhir nama.
·         Tulisan melampaui garis tepi.
·         Menulis nama tidak lengkap.
·         Menggunakan huruf yang tidak standar.
·         Tidak mencantumkan gelar akademis.  
d. Kata Pengantar
Kata pengantar fungsinya sama dengan sebuah surat pengantar. Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan. Setiap karangan ilmiah, seperti: buku, skripsi, tesis, disertasi, makalah, atau laporan formal ilmiah harus menggunakan kata pengantar. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut:
·         Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
·         Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
·         Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
·         Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga.
·         Ucapan terima kasih kepada seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga yang membantu.
·         Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda-tangan.
·         Harapan penulis atas karangan tersebut.
·         Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.
Kata pengantar merupakan bagian dari keseluruhan karya ilmiah. Sifatnya formal dan ilmiah. Oleh karena itu, kata pengantar harus ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baku, baik, dan benar. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan.
Hal-hal yang harus dihindarkan:
·         Menguraikan isi karangan.
·         Mengungkapkan perasaan berlebihan.
·         Menyalahi kaidah bahasa.
·         Menunjukkan sikap kurang percaya diri.
·         Kurang meyakinkan.
·         Kata pengantar terlalu panjang.
·         Menulis kata pengantar semacam sambutan.
·         Kesalahan bahasa: ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif.
e. Daftar Isi
Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis sebagaimana lazimnya sebuah konvensi naskah karangan. Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab, sub-bab, dan unsur- unsur pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan.
Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan.
8.     Paragraf menurut fungsinya
Macam-macam paragraph menurut fungsinya:
            a. paragraf pembuka
            b. paragraf penghubung
            c. paragraf penutup

Selasa, 04 Januari 2011

Array

1. Pengertian Array

Array (larik) merupakan tipe data tersetruktur dimana didalamnya terdiri dari komponen – komponen yang mempunyai tipe data yang sama. Didalam suatu array jumlah komponen banyaknya adalah tetap. Didalam suatu larik atau array setiap kompoenen ditunjukan oleh suatu index yang unik. Index dari setiap komponen array menunjukan urutan data atau identitas yang mewakili data yang ada didalamnya.
Logika sederhananya array itu bisa disamakan dengan dua orang dengan nama yang sama didalam suatu komunitas, untuk membedakan antara nama yang satu atau dengan nama yang lain maka diberikan initial tambahan untuk setiap nama.

2. Deklarasi Array

Di dalam penulisan bahasa pemograman setiap penggunaan array harus dideklarsikan terlebih dahulu. Pendeklarasian array diawali dengan nama variabel array diikuti dengan indeks array yang dituliskan didalam tanda “[]” , diikuti dengan kata cadangan of dan tipe data yang dibutuhkan.
Bentuk Umum Penulisan

Tanda_pengenal : array [..tipe index ..] of tipe data;

Contoh :
Var       A : array[1..4] of integer;
B : array[1..5] of string;
C: array[1..10] of real;
Keterangnan :
A,B,C merupakan tanda pengenal/ nama variabel dari array;
1..4 : merupakan tipe indek dari array, yang menunjukan banyaknya data yang mampu disimpan.
Integer : menunjukan bahwa data yang diinput berupa bilangan bulat.

3. Alokasi Penggunaan Array

a. Array Static (Static Array)
array static adalah model pendeklarasian array dimana tipe data yang digunakan mempunyai nilai yang tetap. Nilai yang digunakan untuk menentukan jangkauan pada umumnya bernilai integer. Array Static juga bisa disebut Array dengan deklarasi tipe indeks subrange integer.

Bentuk Umum
array[indexType1, ..., indexTypen] of baseType
Keterangan = index type menunjukan tipe data ordinal yang menunjukan batasan atau elemen maksimul terhadap seberapa besar variabel tersebut menyimpan komponen.

Contoh

Var arrayku : array[1..5] of char

Atau juga

type
jangkauan = 1..5;
var
nilai : array[jangkauan] of integer;


b. Array Dinamis (Dynamic arrays)
Larik atau array dinamis merupakan array yang tidak mempunyai suatu jangkauan atau ukuran yang tetap. Tetapi ketika program dijalankan maka memori untuk suatu array dinamis direalokasikan ketika kita menugaskan suatu nilai kepada array. Dynamic-Array jenis ditandai oleh konstruksi (menyangkut) format

Bentuk Umum
array of baseType

Contoh

var nilai: array of Real;

Dari deklarasi tersebut nilai yang merupakan deklarasi array belum memperoleh nilai yang tetap, tetapi hanya diberikan batasan sebagai tipe data real. Untuk mendeklarasikan array tersebut kita harus menempatkan array didalam suatu memori, caranya adalah dengan memanfaatkan fungsi dari perintah sellength.

Selllength(nilai,20)

Dari penggalan program tersebut nilai untuk array nilai tersebut mempunyai range sebanyak atau cakupan 20 untuk tipe data real, dengan indeex dimulai dari 0 sampai dengan 20.

4. Studi Kasus program dengan Array

a. Desain Properties

Object Caption/Text Name
Label 1 Tanggal Label1
Label 2 Bulan Label2
Label 3 Tahun Label3
Label 4 Hari Pada Tanggal tersebut Adalah Label4
GroupBox1 Entry Tanggal Groupbox1
Edit1 - Etgl
Edit2 - Ebln
Edit3 - Etahun
Edit4 - Ehari
Command1 OK bok

b. Listing Program

Program untuk Command OK

procedure TForm12.bhariClick(Sender: TObject);
type
x = string[7];
const
faktorbln : array[1..12] of byte = (0,3,3,6,1,4,6,2,5,0,3,5);
hari : array[0..8] of
x=('Minggu','Senin','Selasa','','Rabu','Kamis','','Jum''at','Sabtu');
var
hr : string;
nama : string[255];
j1,j2,j3,j4 : integer;
tanggal,bulan,tahun : integer;
begin
tanggal := strtoint(etgl.Text);
bulan := strtoint(ebln.Text);
tahun := strtoint(ethn.Text);
if tahun > 1900 then tahun := tahun - 1900;
j1 := trunc(tahun * 365.25);
j2 := j1 + faktorbln[bulan];
if (tahun/4 = int(tahun/4)) and (bulan < 3) then j2 := j2-1;
j3 := j2 + tanggal;
j4 := trunc(frac(j3/7) * 10);
hr := Hari[j4];
ehari.Text := hr;
end;



Pengertian array satu dimensi, dua dimensi dan multi dimensi

* Array satu dimensi

Merupakan sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan diakses hanya melalui 1 indeks atau subskrip.

Bentuk umum pendeklarasian:

nama_array[jumlah_eleman];

* Array dua dimensi

Merupakan sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan diakses melalui 2 indeks atau subskrip yaitu indeks baris dan indeks kolom.

Bentuk umum pendeklarasian:

nama_array[jumlah_eleman_baris][jumah_eleme_kolom];

* Array multidimensi

Merupakan sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan diakses melalui banyak indeks atau subskrip. Array seperti ini biasa digunakan untuk matik, array 2 dimensi juga termasuk kedalam array multidimensi.


Rabu, 19 Januari 2011

Rihanna - Man Down

Diposting oleh Deariyati 0 komentar
Rihanna - Man Down

Senin, 17 Januari 2011

kini kubahagia

Diposting oleh Deariyati 0 komentar

Selasa, 11 Januari 2011

Tugas Bahasa

Diposting oleh Deariyati 0 komentar
1.       Perbedaan pembuatan kutipan langsung dan tak langsung
Kutipan langsung adalah pemindahan secara lengkap, dalam arti kata demi kata, kalimat demi kalimat sesuai dengan bunyi pada teks atau perkataan seseorang yang dikutip oleh penulis.
Contohnya : “peningkatan penjualan komputer Compaq sebesar 200% selama tiga bulan pertama tahun 1999 disebabkan oleh kegiatan komputerisasi untuk menghadapi Y2K dan segmen bisnis layanan”(Atmadi dan Purwito 1999:12)
kutipan tidak langsung, penulis melakukan parafrase atau menggunakan kalimat-kalimat yang disusunnya sendiri menjadi ikhtisar atau intisari berdasarkan apa yang dikutipnya.
Contohnya : Peningkatan yang sama juga dialami oleh perusahaan komputer Compaq, yaitu berkisar 50-57 % pada akhir bulan Maret 1999 sebagaimana diutarakan oleh Direktur PT Compaq Computer Indonesia, B.T. Lim,

2.     Pembuatan daftar pustaka dan catatan kaki
Daftar pustaka :
Kusnadi, Adhi., Fredy Sihombing dan Ana Rusmardiana. Perkembangan Cybercrime Dan Upaya Penanganannya Di Indonesia Oleh Polri. www.bi.go.id
     Prihanto, Ismu., Pengantar Teknologi Informasi, Jakarta : Gramedia, 2003

3.     Karangan dengan topik yang berhubungan dengan Teknik Informatika
VIRUS KOMPUTER
Istilah virus sebenarnya telah dikenal sejak tahun 1980-an, tetapi varu pada tahun 1988 banyak bermunculan artikel di media massa yang gencar memberitakan mengenai ancaman baru bagi para pengguna komputer yang kemudian dikenal dengan sebutan “virus komputer”.
Sebenarnya virus komputer juga merupakan software biasa, sebagaimana software lain. Perbedaan mendasar antara virus komputer dan software lainnya adalah virus dibuat oleh seseorang dengan tujuan yang bermacam-macam, tapi umumnya pembuat virus hanyalah ingin mengejar popularitas, iseng, atau hanya untuk kesenangan semata. Tetapi yang tertulari akan menjadi tidak normal/ terganggu. Masalahnya hampir semua software, virus komputer berdampak negatif dan merugikan pengguna yang komputernya tertulari oleh virus komputer.
Virus komputer bekerja dengan memanfaatkan fungsi-fungsi sistem operasi (OS) yang tersembunyi. Virus komputer juga dapat memanfaatkan celah kelemahann pada software tertentu.

4.     Fungsi catatan kaki sebagai fungsi referensi
Catatan kaki sebagai fungsi referensi yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan.
Dapat disimpulkan bahwa ketiga sumber tersebut memiliki tujuan dan fungsi yang sama yaitu penulisan sebagai penghormatan/penghargaan kepada orang yang pendapatnya atau bukunya telah digunakan sebagai bahan acuan dan referensi dalam penulisan ilmiah.
Dan perbedaan dari ketiga sumber tersebut adalah dari segi penempatan dan cara penulisannya masing-masing..

5.     Paragraf argumentative
Kalau Anda membeli sebuah sepeda tetapi tidak dengan rodanya, maka sepeda itu tidak akan berfungsi. Dengan kata lain sepeda tersebut tidak dapat dikatakan suatu sistem, karena masih ada komponenya yang yang kurang. Sistem dalam pengertian sederhana yaitu komponen yang saling berinteraksi. Pada contoh diatas dapat kita lihat kekurangan-kekurangan sehingga belum mempunyai sistem yang optimal untuk menjalankan masing-masing alat.

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah dan sasaran atau tujuan. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.

Informasi ibarat darah yang mengalir didalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat penting didalam suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh. Keadaan dari sistem dalam hubungannya dengan keberakhirannya disebut dengan istilah entropy. Informasi yang berguna bagi sistem akan menghindari proses entropy atau negentropy. Apakah sebenarnya informasi itu, sehingga sangat penting artinya bagi suatu sistem? Secara sederhana Informasi dapat diartikan hasil dari pengolahan data.

Kitapun merasakannya bahwa setiap waktu kita mendapatkan ataupun menginginkan informasi. Walaupun informasi tersebut tidak terlalu kita butuhkan. Dan juga Informasilah yang menentukan apakah orang tersebut berwawasan luas atau tidak. Dan berdasarkan informasilah anda mendapatkan atau mengetahui tempat-tempat yang membutuhkan pekerjaan.Tanpa informasi, hanya langkah kecil yang dapat kita perbuat. Dan belum tentu langkah kecil yang kita perbuat menghasilkan sesuatu.
6.     Perbedaan metode klasifikasi dan metode proses
Metode Proses: Metode digunakan untuk proses dari sebuah kalimat.
Contoh sederhana: Untuk menghindari dampak negatif dari internet, yang mengancam bagi anak Anda maupun diri kita sendiri,
Metode klasifikasi: Cara klasifikasi adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokkan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Kata-kata atau ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi,  digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.
Contoh sederhana: Dengan kemunculan internet terbagi menjadi dua dampak yang bisa kita lihat, seperti dampak positif dan dampak negatif bagi pengguna internet.

7.     Cara pembuatan bagian pelengkap pendahuluan
Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik.
a.   Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul

Judul pendahuluan adalah nama karangan. Halaman judul pendahuluan tidak mengandung apa-apa kecuali mencantumkan judul karangan atau judul buku. Judul karangan atau judul buku ditulis dengan huruf kapital. Biasanya letaknya di tengah halaman agak ke atas. Namun, variasi-variasi lain memang kerap sekali dijumpai. 
Dalam pembuatan sebuah makalah atau skripsi, halaman judul mencantumkan nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang (penyusun), kelengkapan identitas pengarang (nomor induk/registrasi, kelas, nomor absen), nama unit studi (unit kerja), nama lembaga (jurusan, fakultas, unversitas), nama kota, dan tahun penulisan.

Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:
    Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan.
·      Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.
·      Sampul: nama karangan, penulis, dan penerbit.
·      Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi).
·      Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan makalah atau skripsi pada halaman judul:
·         Judul diketik dengan huruf  kapital, misalnya:
UPAYA MENGATASI KEMISKINAN PADA

·         Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat, misalnya :
Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Ganjil 2011

  • Nama penulis ditulis dengan huruf kapital, di bawah nama dituliskan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), misalnya:
SRI ARIYATI
201043500656
  • Logo universitas untuk makalah, skripsi, tesis, dan disertasi; makalah ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo.

  • Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi, jurusan, fakultas, unversitas, nama kota, dan tahun ditulis dengan huruf kapital, misalnya:
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN MIPA
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAKARTA
2011
Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal:
·         Komposisi tidak menarik.
·         Tidak estetik.
·         Hiasan gambar tidak relevan.
·         Variasi huruf jenis huruf.
·         Kata “ditulis (disusun) oleh.”
·         Kata “NIM/NRP.”
·         Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi.
·         Kata-kata yang berisi slogan.
·         Ungkapan emosional.
·         Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi.
    b. Halaman Persembahan
   Bagian ini tidak terlalu penting. Bila penulis ingin memasukan bagian ini, maka hal itu semata-mata dibuat atas pertimbangan penulis. Persembahan ini jarang melebihi satu halaman, dan biasanya terdiri dari beberapa kata saja, misalnya:
Kutulis novel ini
dengan cahaya cinta
untuk mahar menyunting belahan jiwa,
Muyasaratun Sa’idah binti KH. Muslim Djawahir, alm.
Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa
Qurrata a’yuni waj’alnaa lil muttaqiina imaama. Amin.[3]
Bila penulis menganggap perlu memasukkan persembahan ini, maka persembahan ini ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku, atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku.
c. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah. Halaman pengesahan biasanya digunakan untuk penulisan skripsi, tesis, dan disertasi, sedangkan makalah ilmiah, dan karangan lainnya (baik non-fiksi maupun fiksi) tidak mengharuskan adanya halaman pengesahan. Penyusunan pengesahan ditulis dengan memperhatikan persyaratan formal urutan dan tata letak unsur-unsur yang harus tertulis di dalamnya.
Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan. Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi/teknis, pembaca/penguji, dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara simetri kiri-kanan dan atas-bawah. Skripsi diajukan kepada sidang penguji akademis setelah disetujui oleh pembimbing dan pembaca/penguji. Penulis skripsi dinyatakan lulus jika skripsinya telah diuji di hadapan sidang terbuka/tertutup dan telah ditanda-tangani oleh semua nama yang tercantum dalam halaman pengesahan. Nama kota dan tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan.
            Hal-hal yang harus dihindarkan:
·         Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya.
·         Menggunakan titik atau koma pada akhir nama.
·         Tulisan melampaui garis tepi.
·         Menulis nama tidak lengkap.
·         Menggunakan huruf yang tidak standar.
·         Tidak mencantumkan gelar akademis.  
d. Kata Pengantar
Kata pengantar fungsinya sama dengan sebuah surat pengantar. Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan. Setiap karangan ilmiah, seperti: buku, skripsi, tesis, disertasi, makalah, atau laporan formal ilmiah harus menggunakan kata pengantar. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut:
·         Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
·         Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
·         Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
·         Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga.
·         Ucapan terima kasih kepada seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga yang membantu.
·         Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda-tangan.
·         Harapan penulis atas karangan tersebut.
·         Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.
Kata pengantar merupakan bagian dari keseluruhan karya ilmiah. Sifatnya formal dan ilmiah. Oleh karena itu, kata pengantar harus ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baku, baik, dan benar. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan.
Hal-hal yang harus dihindarkan:
·         Menguraikan isi karangan.
·         Mengungkapkan perasaan berlebihan.
·         Menyalahi kaidah bahasa.
·         Menunjukkan sikap kurang percaya diri.
·         Kurang meyakinkan.
·         Kata pengantar terlalu panjang.
·         Menulis kata pengantar semacam sambutan.
·         Kesalahan bahasa: ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif.
e. Daftar Isi
Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis sebagaimana lazimnya sebuah konvensi naskah karangan. Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab, sub-bab, dan unsur- unsur pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan.
Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan.
8.     Paragraf menurut fungsinya
Macam-macam paragraph menurut fungsinya:
            a. paragraf pembuka
            b. paragraf penghubung
            c. paragraf penutup

Selasa, 04 Januari 2011

Array

Diposting oleh Deariyati 0 komentar
1. Pengertian Array

Array (larik) merupakan tipe data tersetruktur dimana didalamnya terdiri dari komponen – komponen yang mempunyai tipe data yang sama. Didalam suatu array jumlah komponen banyaknya adalah tetap. Didalam suatu larik atau array setiap kompoenen ditunjukan oleh suatu index yang unik. Index dari setiap komponen array menunjukan urutan data atau identitas yang mewakili data yang ada didalamnya.
Logika sederhananya array itu bisa disamakan dengan dua orang dengan nama yang sama didalam suatu komunitas, untuk membedakan antara nama yang satu atau dengan nama yang lain maka diberikan initial tambahan untuk setiap nama.

2. Deklarasi Array

Di dalam penulisan bahasa pemograman setiap penggunaan array harus dideklarsikan terlebih dahulu. Pendeklarasian array diawali dengan nama variabel array diikuti dengan indeks array yang dituliskan didalam tanda “[]” , diikuti dengan kata cadangan of dan tipe data yang dibutuhkan.
Bentuk Umum Penulisan

Tanda_pengenal : array [..tipe index ..] of tipe data;

Contoh :
Var       A : array[1..4] of integer;
B : array[1..5] of string;
C: array[1..10] of real;
Keterangnan :
A,B,C merupakan tanda pengenal/ nama variabel dari array;
1..4 : merupakan tipe indek dari array, yang menunjukan banyaknya data yang mampu disimpan.
Integer : menunjukan bahwa data yang diinput berupa bilangan bulat.

3. Alokasi Penggunaan Array

a. Array Static (Static Array)
array static adalah model pendeklarasian array dimana tipe data yang digunakan mempunyai nilai yang tetap. Nilai yang digunakan untuk menentukan jangkauan pada umumnya bernilai integer. Array Static juga bisa disebut Array dengan deklarasi tipe indeks subrange integer.

Bentuk Umum
array[indexType1, ..., indexTypen] of baseType
Keterangan = index type menunjukan tipe data ordinal yang menunjukan batasan atau elemen maksimul terhadap seberapa besar variabel tersebut menyimpan komponen.

Contoh

Var arrayku : array[1..5] of char

Atau juga

type
jangkauan = 1..5;
var
nilai : array[jangkauan] of integer;


b. Array Dinamis (Dynamic arrays)
Larik atau array dinamis merupakan array yang tidak mempunyai suatu jangkauan atau ukuran yang tetap. Tetapi ketika program dijalankan maka memori untuk suatu array dinamis direalokasikan ketika kita menugaskan suatu nilai kepada array. Dynamic-Array jenis ditandai oleh konstruksi (menyangkut) format

Bentuk Umum
array of baseType

Contoh

var nilai: array of Real;

Dari deklarasi tersebut nilai yang merupakan deklarasi array belum memperoleh nilai yang tetap, tetapi hanya diberikan batasan sebagai tipe data real. Untuk mendeklarasikan array tersebut kita harus menempatkan array didalam suatu memori, caranya adalah dengan memanfaatkan fungsi dari perintah sellength.

Selllength(nilai,20)

Dari penggalan program tersebut nilai untuk array nilai tersebut mempunyai range sebanyak atau cakupan 20 untuk tipe data real, dengan indeex dimulai dari 0 sampai dengan 20.

4. Studi Kasus program dengan Array

a. Desain Properties

Object Caption/Text Name
Label 1 Tanggal Label1
Label 2 Bulan Label2
Label 3 Tahun Label3
Label 4 Hari Pada Tanggal tersebut Adalah Label4
GroupBox1 Entry Tanggal Groupbox1
Edit1 - Etgl
Edit2 - Ebln
Edit3 - Etahun
Edit4 - Ehari
Command1 OK bok

b. Listing Program

Program untuk Command OK

procedure TForm12.bhariClick(Sender: TObject);
type
x = string[7];
const
faktorbln : array[1..12] of byte = (0,3,3,6,1,4,6,2,5,0,3,5);
hari : array[0..8] of
x=('Minggu','Senin','Selasa','','Rabu','Kamis','','Jum''at','Sabtu');
var
hr : string;
nama : string[255];
j1,j2,j3,j4 : integer;
tanggal,bulan,tahun : integer;
begin
tanggal := strtoint(etgl.Text);
bulan := strtoint(ebln.Text);
tahun := strtoint(ethn.Text);
if tahun > 1900 then tahun := tahun - 1900;
j1 := trunc(tahun * 365.25);
j2 := j1 + faktorbln[bulan];
if (tahun/4 = int(tahun/4)) and (bulan < 3) then j2 := j2-1;
j3 := j2 + tanggal;
j4 := trunc(frac(j3/7) * 10);
hr := Hari[j4];
ehari.Text := hr;
end;



Pengertian array satu dimensi, dua dimensi dan multi dimensi

* Array satu dimensi

Merupakan sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan diakses hanya melalui 1 indeks atau subskrip.

Bentuk umum pendeklarasian:

nama_array[jumlah_eleman];

* Array dua dimensi

Merupakan sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan diakses melalui 2 indeks atau subskrip yaitu indeks baris dan indeks kolom.

Bentuk umum pendeklarasian:

nama_array[jumlah_eleman_baris][jumah_eleme_kolom];

* Array multidimensi

Merupakan sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan diakses melalui banyak indeks atau subskrip. Array seperti ini biasa digunakan untuk matik, array 2 dimensi juga termasuk kedalam array multidimensi.


Diberdayakan oleh Blogger.